Pages

Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, Januari 06, 2012

Notes From Qatar

Akhir tahun 2011 kemarin aku lewati bersama dengan temen temen MM. Kami bermalam di rumah Desca yang kebenaran pada tgl 31 Desember kemarin baru ultah yang ke 25. Sekalian merayakan ultahnya plus melewatkan pergantian malam tahun baru. Nothing special di malam tahun baru 2012 ini. Aku hanya berdoa semoga di tahun 2012 ini bisa berjalan dengan lancar dan semua harapan dan cita cita dapat terwujud.

Tahun 2012 ini tugas akhir penulisan thesis pasti sudah menjadi topik utama. Dan target ingin mengenapkan separuh dien juga selalu tetap diperjuangkan. Tak mengenal kata menyerah dan putus asa. Tetap berjuang sampai maut menjemput. Cayoo Hehe..

Akhir tahun kemarin saat sedang hunting kado desca di PIM aku sempat mampir ke Gramedia untuk membeli buku. Kali ini aku berniat membeli buku Notes From Qatar yang dikarang oleh Muhammad Assad. Aku tahu buku ini dari tweet temenku mima. Sepertinya mima ngefans banget dengan buku ini. Awalnya aku pikir ini buku novel cinta islami seperti ayat ayat cinta dkk. Ternyata buku ini adalah cerita sehari2 yang di tulis diblog Assad seorang mahasiswa S2 yang sedang kuliah di Qatar. Tetapi cerita yang ditulis ini bukan sembarang Cerita. Blog ini menispirasi pembacanya. Tulisannya sederhana tetapi bisa membangkitkan semangat orang yang membacanya. Membaca diawal buku aku suprise juga ternyata Assad menuliskan ucapan terima kasih kepada Djardino Betha atas design cover buku NFQ. Dino ini adalah lulusan dari kampus tempat aku bekerja. Dan ternyata mereka berteman baik. Dan ada juga nama fresnel simon mahasiswa IBS yang menang kuis di dalam buku ini. Ternyata ada beberapa nama yang aku kenal dalam buku ini.

Dari beberapa topik yang aku baca, Assad merupakan manusia yang beruntung menurutku. Dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah S1 dan S2 nya. S1nya dia dapatkan dari Universitas Petronas Malaysia dan S2nya Islamic Finance di Qator Faculty of islamic studies (QFIS).
Dan jargon assad adalah 3P yaitu :
-          - Positive
-          - Persistent
-         -  Pray

Ada quote yang aku suka dari buku ini yaitu :

" There's no growth in comfort zone and no comfort in growth zone".

Rasanya quote ini membangkitkan semangatku yang lagi drop dengan kepusingan audit di kantor. Intinya bahwa kalau kita ingin maju memang akan selalu berhadap dengan sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang berat, menantang, sulit dan berliku. Istilah kerennya ada harga yang dibayar untuk sebuah kesuksesan. Harga yang dibayar itu adalah kerja keras, kerja cerdas, keikhlasan, semangat juang tak kenal menyerah dan putus asa. Kalau kita berada di zona aman dan nyaman kita tidak akan pernah tahu kapasitas luar biasa yang kita miliki sebagai manusia cipta Allah yang begitu sempurna.


Hufff..thanks Assad..ga rugi deh beli buku kamu. Dan ternyata hobi membaca yang selama ini aku bangkitkan lagi emang bermanfaat saat baterai perjuangan lagi drop. Seperti di charge lagi. Jadi ingat peristiwa nabi muhammad saat mendapatkan wahyu kenabiannya adalah disuruh IQRO, bacalah dengan nama tuhanMu yang menciptakan. Dengan membaca ilmu kita bertambah, hati yang resah menjadi tentram, membuka kebuntuan dan cakrawala baru tentang hidup dan kehidupan. 

Rabu, November 09, 2011

Goal 2012

Sabtu lalu setelah aku pulang kuliah , aku mampir  ke Gramedia Blok M. Ga tau kenapa tiba-tiba aku menjadi haus membaca, selama ini rasanya aku sudah jarang banget membaca buku.  Sampai di Gramedia aku berkeliling mencari buku kira-kira yang bagus yang bisa membangkitkan semangatku yang raib entah kemana. Dirak buku terdapat buku baru berjudul "Mimpi Sejuta Dollar"  Merry Riana. Buku ini aku pernah lihat di profile BBM kembaranku Dini. Katanya bukunya bagus, wajib di baca. Aku penasaran lalu buku tersebut aku beli bersama dengan buku karangan Claudia Kaunang "2 juta kelliling Hongkong-Macau-Shenzen" dan biografinya Steve Jobs.

Sampai dirumah buku tersebut aku lahap. Ibarat orang yang haus, membaca buku ini waktu tidak terasa. Buku ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita muda bernama Merry Riana seorang keturunan Tionghoa yang terkena imbas kerusuhan 1997 yang memaksa dia harus kuliah di Singapore. Dengan modal pinjaman dari Bank sang penulis berkuliah di NTU Singapore. Berhasil melalui pahitnya hidup di asrama kampus dengan biaya hidup 10 dollar perminggu. Dan berniat mencapai kebebasan finansial diusia sebelum 30 tahun.

Berkat ketekunan, kesungguhan, kerja keras dan doa akhirnya Merry berhasil memperoleh penghasilan 1 juta Dollar di umur 26 tahun. Fantastis!!! Masih muda sudah menjadi jutawan. Membaca buku ini membuka mata batinku, mau kemana arah tujuan hidupku. Apa yang ini aku capai dalam hidup ini? Suasana kantor yang tidak menentu membuatku ingin menata ulang arah dan tujuan hidupku.

Menjelang akhir tahun ini harus aku gunakan untuk intropeksi pencapaian dan kegagalan yang aku lewati. Dan menata ulang tujuan hidup yang semakin tidak jelas arahnya.

Sekarang waktunya untuk menyusun resolusi (Goal) yang akan aku capai di tahun 2012. Biasanya resolusi aku susun di bulan Desember tapi tidak masalah kalau mulai dari awal November ini aku mulai menentukan arah tujuan hidupku.

Resolusi tahun 2012 :
1. Puasa Senin-Kamis
2. Sholat Tahajud tiap malam
3. Lulus Master Manajemen bulan Oktober 2012
4. Punya bisnis baru dengan minimal penghasilan Rp.500.000,-
5. Menikah di bulan November 2012
6. Mengajar mata kulaih Akuntansi dan Pajak
7. Jalan-jalan ke Hongkong atau Ho Chi Min bulan November 2011
8. Membaca minimal 1 buku 1 minggu
9. Menulis Biografi orang terkenal dan sukses min 1 kali sebulan
10. Menulis analisa penelitian mengenai isu-isu ekonomi dan keuangan min 1 kali dalam sebulan
11. Menulis tentang dunia islam minimal 1 kali dalam sebulan
12. Menulis review 1 negara dan dunia traveling min 1 kali dalam sebulan


Selasa, Februari 02, 2010

Man Jadda Wa Jadda

Man Jadda Wa Jadda
Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil

Jangan pernah meremehkan impian setinggi apapun, karena Allah Maha Mendengar.

Point-point ini yang akan kita temui apabila kita membaca buku Negeri 5 Menara karangan Ahmad Fuadi. Buku yang tercerita tentang latar belakang pendidikan pesantren modern di daerah Jawa Timur.  Buku ini  membuka cakrawala orang awam yang memiliki pengetahuan yang minim mengenai kehidupan di dalam pesantren. Di dalam benak kita pesantren tergambar sekolah yang sepanjang hari akan di isi dengan mendalami agama, al quran , fikih , hadis dll.  Tetapi buku ini menggambarkan begitu menyenangkan  bermukim di pesantren.
Awal buku ini bercerita tentang seorang anak manusia (alif)  yang berasal dari kota kecil di Sumatera Barat yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas. Tetapi sang ibu menganjurkan anaknya untuk melanjutkan pendidikannya di pesantren karena sang ibu berharap kelak Alif akan menjadi pemimpin agama yang akan mengajak umat pada kebaikan dan meninggalkan kemungkaran "Amar Makruh Nahi mungkar". Keinginan si ibu tentu saja tidak  langsung dapat diterima Alif. Tetapi pada akhirnya Alif menyerah dengan keinginan ibunya dan mengajukan syarat bahwa dia bersedia untuk bersekolah di pesantren tetapi harus pesantren di luar Sumatera.

Cerita selanjutnya adalah menggambarkan awal-awal tahun pertama alif masuk di pesantren madani. Pesantren yang memiliki displin yang cukup tinggi, berbagai macam peraturan yang harus ditaati, dan peraturan tersebut tidak tertulis melainkan dibaca dan harus dihapalkan. tidak boleh telat, tidak boleh berbicara bahasa Indonesia, tidak boleh menyerobot antrian saat makan dan mandi. Dan berbagai macam peraturan lainnya. Untuk setiap kesalahan akan ada sanksinya. Dan setiap gerak gerik akan diawasi oleh jasus mata-mata yang selalu mengawasi gerak-gerik santri di pesantren.

Point penting yang sangat menginpirasi dari buku ini adalah kekuatan mimpi untuk menggapai cita-cita.
Jangan pernah meremehkan impian setinggi apapun karena Allah Maha Mendengar.

Dan hari Minggu ini aku menghadiri acara bedah buku negeri 5 menara di Mesjid Agung Sunda Kelapa. 

Hikmah dari buku Negeri 5 Menara :
1. Niat yang jelas dan tulus --> energi abadi untuk melakukan semua aktifitas
2. Fauqa mustawal akhar-going the extramiles --> belajar & bekerja lebih dari orang lain
3.Pilihlah lingkungan dan teman yang baik.
4. Man Jadda Wa Jadda
5. Find Your Mission.




Dan inilah foto saat meminta tanda tangan penulis...


Minggu, Januari 24, 2010

Bedah Buku Se7en Heroes Kick Andy


Kemarin sore setelah selesai tugas piket pendaftaran di kampus, aku berniat menghadiri acara bedah buku kick andy di Plaza Senayan. Kebenaran aku diajakin ama Mba Yayat temen komunitas MTSC. Sebelumnya sih berniat pengen nonton Sherlock Holmes atau menghadiri expo wirausaha muda Bank Mandiri di JCC. Tapi penawaran dari Mba Yayat lumayan menarik juga. Akhirnya aku memilih menghadiri acara bedah buku ini. Acara bedah buku ini dimulai jam 3 Sore. Informasi yang diberikan Mba Yayat bahwa acaranya berlangsung di Toko Buku Konikuniya Senayan City, ternyata toko buku tersebut adanya di Plaza Senayan. Akhirnya aku menyebrang ke arah Plaza Senayan.

Sampai di lantai V ternyata acaranya baru saja dimulai. Acara tersebut dibuka oleh Andy F. Noya sendiri. Dan pertama kali aku melihat sosok pembawa cara kick andy ini secara langsung.  Dan panitia acara bedah buku tersebut, mempersilahkan  aku duduk dikursi yang telah di sediakan. Tapi aku masih celingak celinguk mencari sosok Mba Yayat. Tidak lama Mba Yayat muncul juga dan kami memilih duduk di kursi depan agar dapat melihat langsung lebih dekat acara bedah buku tersebut.

Acara bedah buku ini menghadirkan penulis buku SE7EN HEROES yaitu Ben Sohib, Buku  ini adalah berisi cerita perjuangan tujuh pahlawan kemanusiaan yang telah memenangkan award dari kick andy pada tahun 2009 kemarin. Dari kisah mereka yang sangat luar biasa tersebut di susun oleh Ben Sohib dalam bukunya tersebut.


Diantara 7 Pahlawan yang luar biasa tersebut hadir 2 orang pahlawan  kemanusiaan yaitu Pak Hartono yang menggantikan Engkongnya Bp Gendu yang sudah sepuh berusia 90 tahun dan Bidan Siti Aminah.

  • Pak Hartono adalah cucu Bp. Gendu.  Beliau datang mengantikan Bp. gendu yang sudah sepuh. Bp Gendu adalah seorang keturunan betawi sang jawara yang sangat di takuti di daerahnya yaitu di sekitar daerah Bekasi Timur. Semua orang disana kenal dan takut dengan Bp. Gendu. Lalu apa keistimewaan Bp. Gendu ini?? Ternyata Bp. Gendu dan keluarga telah merawat lebih kurang 10.000 orang penderita penyakit jiwa. Dan mereka merawat penderita penyakit jiwa ini dengan penuh kasih sayang. Biaya untuk semua pasien disana ditanggung sendiri oleh Bp Gendu dan keluarga dan mereka juga mendapat bantuan dari donatur. Dari 200 pasien yang ada sekitar 100 orang adalah penderita penyakit jiwa yang tidak punya keluarga yang mereka temukan di jalanan. Bp Gendu sendiri hidup dalam kondisi ekonomi yang  sederhana. Tetapi memiliki hati yang luar biasa. Keterbatasan ekonomi tidak mengahalangi panggilan jiwanya untuk membantu sesama. Bp. Gendu selalu mengajarkan kepada anak dan cucunya agar berlaku jujur, rendah hati, ikhlas dll. Dan ada satu nasihat yang perlu dicatat dari  penuturan Bp. Hartono bahwa pak Gendu berpesan apabila kita ingin bahagia maka kita harus membahagiakan orang lain. It's A Good Point. 
  • Sosok kedua adalah Bidan Aminah. Bidan yang selalu membantu persalinan di daerah sekitar rumahnya. Dan selalu ingin membantu sesamanya. Dan tak ragu mengorbankan perhiasan dan harta bendanya yang dimiliki demi menolong sesamanya. Mobil pribadinya disulap menjadi Ambulance untuk dapat memberikan bantuan medis dan persalinan bagi warga disekitarnya. Cita-citanya adalah ingin memiliki Mobil Ambulance yang baru karena mobil Ambulance yang ada sekarang sudah mulai rusak. Tidak ada ragu dihatinya untuk menolong sesama walaupun kondisi ekonominya terbatas. Menurutnya menolong sesama adalah panggilan jiwanya. Ada kepuasan batin apabila dia dapat membantu sesama. Dan tidak ragu menjual harta benda yang dimiliki agar dapat menolong nyawa yang butuh pertolongan. Subhannallah..Luar biasa. 
Di zaman serba materialistik ini masih ada orang-orang yang luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk menolong sesama dan mereka tidak mengharapkan bayaran materi. Sungguh mereka memiliki hati yang sangat luas. Kalau orang yang kaya membantu sesama itu sudah menjadi hal yang biasa tetapi orang-orang yang terbatas dari segi ekonomi ini tidak takut dan ragu membantu sesamanya. Dan membantu sesama menjadi panggilan jiwa bagi mereka. 

Hikmah yang dapat aku petik dari Bedah Buku ini adalah :
  1. Jika ingin bahagia maka bahagiakan orang lain.
  2. Jangan ragu untuk menolong sesama walau kondisi kita serba terbatas. 
  3. Selalu berniat ikhlas dalam membantu sesama dan hanya mengharapkan ridho Allah semata.
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya.

 
Terima kasih ya Allah untuk weekend ini yang begitu manis dan penuh hikmah.














Minggu, Februari 01, 2009

Bedah Buku


Sabtu kemarin akhir Januari 2009 setelah menghadiri pernikahaan anaknya Pak Sis di IBS aku, mba rum, rina dan wiwin beramai-ramai menghadiri Kompas Gramedia Book Fair di Istora Senayan. Rencananya aku dan rina ingin memborong buku. Tetapi Karena budget terbatas harus pinter-pinter milih-milih buku yang akan di beli. Awalnya pengen beli buku “New Moon” tetapi ternyata buku tsb novel untuk remaja wah ga jadi deh. Rasanya ga cocok nih dengan umur hehe..But don’t worry aku masih bisa baca buku tsb karena rina membeli 4 buku twilight tersebut.

Setelah pilah pilih akhirnya aku jatuhkan pilihan dengan membeli buku 9 Matahari karangan Adenita dan Buku The Wednesday Letter karya dari Jason F. Wight yang merupakan New York Times Best Seller.

Buku ini sampulnya sangat menarik, dengan model seperti amplop berwarna merah dan tintanya berwarna emas. Dan saat membuka plastic bukunya aku surprise banget ternyata di halaman belakang ada amplop kecil yang didalamnya ada surat. Wah idenya saat kreatif dan romantis sekali.

The Wednesday Letter bercerita tentang pasangan suami istri Jack dan Laurel Cooper pemilik usaha penginapan yang memiliki 3 orang anak yaitu Matthew, Malcolm dan Samantha. Sejak awal pernikahan mereka, Jack berjanji kepada laurel akan menuliskan sebuah surat setiap hari rabu. Surat tersebut akhirnya membuka rahasia keluarga yang lama sudah mereka simpan.

Cerita di mulai pada suatu malam tiba-tiba Laurel terkena serangan jantung dan Jack yang menderita penyakit kanker otak tidak mampu menolong laurel. Akhirnya pasangan suami istri cooper meninggal bersama-sama tanpa diketahui oleh siapa pun. Akhirnya mereka ditemukan oleh Anna Belle pelanggan setia penginapan mereka.

Ketiga anak cooper tesebut ; Matthew yang tinggal diluar kota , Malcolm yang kabur dari rumah ke Brazil selama 2 tahun dan Samatha yang tinggal disekitar penginapan bekumpul kembali untuk mengadakan acara pemakaman orang tua mereka. Anna belle ,pelanggan setia penginapan orang tua mereka tanpa sengaja menemukan ribuan surat di yang ditulis oleh Jack untuk Laurel.

Dari surat yang ditemukan tersebut, dapat digambarkan bahwa Jack sangat mencintai istri dan anak-anaknya. Betapa ia ingin menjadi ayah yang baik, di saat samantha kabur dari rumah karena ingin menjadi artis, tanpa diketahui samantha, jack mengikutinya selama beberapa hari, dan Jack menyuap sutradara agar samatha diberikan beberapa adegan.

Tetapi yang paling mengejutkan adalah surat yang dituliskan oleh Jack yang menceritakan bahwa Laurel telah berselingkuh sehingga melahirkan Malcolm. Malcolm sangat terpukul dia tidak percaya ibu yang sangat dicintainya berselingkuh. Dunia seakan hancur. Dia merasa bahwa dia adalah anak haram. Dia berbeda dengan Matthew dan Samantha.


Malcolm semakin penasaran siapakah ayahnya sebenarnya?? Dia mencari-cari jawaban dari surat-surat yang ditulis oleh ayahnya. Dari surat tersebut dia menemukan jawaban bahwa sebenarnya ibunya telah diperkosa oleh seorang pemabuk disaat ibunya ditinggal pergi oleh ayahnya untuk menghadiri reuni di luar kota.

Tetapi Laurel tidak menceritakan semua yang dialaminya karena Jack jiwanya sangat emosional. Dia takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sehinga Laurel menyimpan semua dukanya sendiri dan sesekali Laurel membaginya dengan Adiknya Allyson. Tetapi Laurel berjanji suatu saat akan membuka semua rahasianya ke Jack Dan itu dilakukannya saat Malcolm berusia 1 tahun dan sudah mulai belajar berjalan. Jack sangat terpukul dan memutuskan pulang ke rumah ibunya untuk menenangkan diri.

Pelajaran moral dari buku ini adalah sikap Laurel yang memaafkan pelaku yang telah memperkosanya dan mengangap bahwa Malcolm adalah hadiah terindah yang diberikan tuhan kepadanya. Dan dia percaya dibalik musibah yang dialaminya ada rencana tuhan yang indah buat dirinya. Hal inilah yang menguatkan Jack yang belum siap menerima kenyataan tersebut. Dan adapun yang terjadi dia menganggap bahwa Malcolm adalah anak kandungnya.Dan di pengadilan Jack memaafkan pemerkosa istrinya karena dia menyadari bahwa orang tersebut harus diberikan kesempatan untuk bertobat dan menjadi orang baik.. Dan yang lebih hebatnya lagi Jack memberikan pekerjaan kepada orang tersebut. Sungguh tindakan yang sangat mulia. Di saat orang lain telah membuat kesalahan terbesar, tetapi Jack mampu memaafkannya dan memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik.

Karena Jack menyadiri bahwa dia juga tidak sempurna yang mungkin suatu saat pernah berbuat salah Dan Jack akan merasa sangat bahagia apabila dia diberikan maaf dan diberi kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.


Sungguh buku yang sangat menginspirasi ku…

Memberikan maaf sebelum orang lain meminta maaf
Membalas kejahatan yang dilakukan orang lain kepada kita dengan
kebaikan
Dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik
Menuliskan surat untuk seseorang yang kita sayangi setiap minggu it’s very romantic

dks
@ My Bedroom
1 February 2009

Happy Birthday My Old Brother
Semoga menjadi Good Father ya..
 

(c)2009 Din@-Blog. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger